Pages


Kamis, 15 September 2016

Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?


Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
CHECK
Spoiler for No Repost:
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?

INTRO
Quote:Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?Mahasiswa sangat identik dengan tugas dan kuliah, ya cukup membosankan bagi yang mengikuti alur perkuliahan dan aturan kampus dengan normal, tetapi dari ribuan mahasiswa yang ada di kampus, tidak semuanya mengalami proses secara normal, apalagi pada saat-saat akhir yaitu Skripsi atau Tugas Akhir, ada yang merasa jalannya mulus sampai wisuda, ada pula yang bersusah payah bahkan menyerah di tengah-tengah perjuangannya, terkadang tidak adil, faktor tercetusnya kalimat tidak adil ini sangat beragam, mari coba kita pikirkan dan renungkan bersama.

TKP
Quote:1. Mahasiswa yang pintar dan numpang tenar
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Ini terkadang menjadi hal yang paling menyedihkan, disaat perkuliahan berlangsung panjang bertahun-tahun dan seorang menjadi salah satu panutan di kelas dalam hal nilai dan tugas tidak menjadi jaminan seorang mahasiswa akan mendapat jalan yang mulus saat pengerjaan skripsi nanti, bahkan kadang berbanding terbalik dengan mahasiswa yang kerjaannya begadang, pacaran, dugem, tidur di kelas dll yang cenderung negatif yang malah lebih mulus. Faktornya sih beragam mulai dari ruang lingkup skripsi yang terlalu luas, komunikasi dengan dosen yang tidak berjalan lancer, system pembayaran dan KEBERUNTUNGAN

Quote:2. Apa yang dipelajari belum tentu sesuai skripsi
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Terkadang hal ini juga menjadi faktor yang paling banyak dikeluhkan oleh seorang mahasiswa akhir, bertahun tahun mempelajari hal yang berkaitan tentang bidang A dan hanya melakukan perkenalan dengan bidang B, tetapi pada saat pengajuan judul dan lingkup skripsi untuk bidang A yang benar-benar dikuasai malah tidak mendapat persetujuan, alasannya sudah terlalu banyak judul yang MIRIP (Kan tidak sama! Ribuan mahasiswa loh), kurang kompleks (kalua terlalu kompleks malah bikin lama!), terlalu mudah bagi pembimbing (kan sesuai dengan progress kuliah yang telah dicapai!), implementasi di masyarakat kurang (Emang uda dicoba?) dan pada akhirnya memaksa mengambil judul yang cukup sulit dan tidak sesuai kemampuan untuk sekedar lolos dari tahapan seleksi judul dan lolos dari mata pembimbing! Tetapi sadari, ini awal dari tersesat yang lebih jauh!

Quote:3. Mengikuti system pembimbing yang tidak professional
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Situasi yang cukup membingungkan, disaat mood pembimbing tidak pada kadar yang enak dan disaat yang sama kita harus tetap mengkuti jadwal yang telah tersusun untuk bimbingan, hasilnya? Tiba-tiba isi dari skripsi harus dirubah, bahkan keseluruhan (yang pada progress sebelumnya sudah disetujui dan diperiksa berulang kali), mendapat khotbah pedas dan berkuah yang tidak sesuai topik dan tujuan awal, kesulitan bertemu karena kesibukan-Nya (karena keluar kota, lagi berantem sama istri, nganter anak main perosotan dll) dan yang paling parah lagi, dipecat secara sepihak menjadi anak bimbingan dengan alasan tidak menghormati (mahasiswa punya hak mempertahankan pendapat kan?!) dan hal ini terkadang sampai menunda waktu cukup lama untuk menyelesaikan masalah diatas, akhirnya mahasiswa harus mengikuti alur ini!

Quote:4. Mahasiswa vs Dosen, Memperburuk citra dosen?
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Dengan ketiga faktor gambaran diatas dan jumlah rasio mahasiswa yang mengalami cukup tinggi tidak jarang doa-doa buruk keluar dari hati seorang mahasiswa, yang pada awalnya sangat berkeinginan menjadi dosen karena dianggap lebih berkelas dari seorang guru-pun berpindah halauan menjadi pembeci dan pengutuk abadi! Jika citra mahasiswa dianggap ego, belum cakap dan masih suka bermain main dengan waktu itu masih bisa dianggap ambang batas wajar, karena memang tugas mahasiswalah yang melalui kuliah menjadi dewasa dan bisa mengendalikan hal itu semua, tetapi bagaimana jika terjadi dengan seorang dosen? Terlebih lagi seorang pembimbing?!

Quote:5. Pemberi uang vs Pemberi ilmu?
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Secara tidak langsung jika ditelusuri mahasiswa adalah faktor atau komponen penting sebuah universitas/ lembaga pendidikan bisa bertahan karena dari sinilah salah satu citra dan pendanaan terbesar masuk ke sebuah lembaga pendidikan, tetapi bagaimana dengan perasaan yang dialami mahasiswa-mahasiswa tadi? Tidakkah seorang dosen bisa sekedar memberi penghargaan sedikit yang hanya berupa keringanan saat mahasiswa mengalami kesulitan diatas? Bukankah mahasiswa ini sudah sangat disiplin dan membantu lembaga pendidikan dalam mengikuti alur pembayaran, perkuliahan, registrasi dan peningkatan grade kampus dengan menceritakan kepada teman-teman serta keluarganya jika kampusnya sangat nyaman, berkelas serta menjadi lingkungan baru yang menyenangkan? Apakah memberi keringanan yang memang seharusnya mahasiswa dapatkan terlalu berat untuk diberikan? Tidakkah KONSELOR memiliki peran dan jabatan penting dalam hal ini untuk memikirkan mentalitas dan perasaan mahasiswa yang mungkin sedang mengalami masalah keluarga, masalah keuangan, dll? Atau Cuma formalitas? Come on!

PENUTUP
Quote:ADAKAH YANG BISA MEMBERIKAN JAMINAN KEMANA DAN SIAPA YANG AKAN MEMBELA MAHASISWA PADA SAAT MENGALAMI HAL INI?
Dari sinilah seseorang yang pernah mengalami hal ini tau bagaimana pressure yang dialami orang pada saat awal keinginan BUNUH DIRI itu hadir!

“Mahasiswa yang mengikuti alur dengan baik dari awal mengenal kampus sampai terakhir bisa memberikan dan menjabarkan ide untuk memenuhi syarat lulus-pun sudah sangat baik dan disiplin, apalagi sampai berani berdiri mengucapkan salam terhadap pembimbing atau penguji seharusnya tanda tangan kelulusan sudah hapir setengah dituliskan! - Unknown”



SUMBER
Quote:
  • Pikiran, pengalaman dan pendapat sendiri gan..


Quote:Demikian thread yang ane buat, semoga bisa bermanfaat. Tinggalin Jejak ya gan, nambah temen agar saling mengenal satu sama lain. Comment yang bijak agar mendapat tanggapan positif. Untuk Silent Reader segeralah move on. terakhir, Thanks ya Agan dan Aganwati... Terimakasih buat momod yang selalu mengingatkan..
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Powered By :
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?

untung ane ga pernah
ni ane lagi ngalamin
ane gak pernah bre Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?



atas sama bawah ane tu pernah katanya
dosen adalah musuh

hmm jadi inget masa masa itu
ane kagak kuliah bray ane kerja demi mencari sesuap nasi
Ane adil gan
Quote:Original Posted By pisangngangkang
untung ane ga pernah

syukurlah gan

Quote:Original Posted By approve.cc
ni ane lagi ngalamin

sabar min, perbanyak cerita sma orang tua, doa mereka ampuuuuhh puhh puhh

Quote:Original Posted By Icen.Jr
ane gak pernah bre Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
kesian mereka breg, coba tolong hibur breh lol


atas sama bawah ane tu pernah katanya



Quote:Original Posted By jhnydmnd


quote nya kok di dalam quote bre
Quote:Original Posted By tokomapan
dosen adalah musuh

hmm jadi inget masa masa itu

kalo ada yang disini sidang keulang sampe 3 kali ane lemparin cendol seember nih
Quote:Original Posted By daniyalkhan
ane kagak kuliah bray ane kerja demi mencari sesuap nasi

dijamin setelah baca ini tambah hancur niat kuliahnya gan
Quote:Original Posted By dimazsutik
Ane adil gan

wah ente anak jaksa ya gan? btw congrats kwkwkwkw

Quote:Original Posted By jhnydmnd
dijamin setelah baca ini tambah hancur niat kuliahnya gan



itu dah resiko lah bray
kenapa harus ada skripsi di dunia ini
dosen skripsi itu makanan apa?
Quote:Original Posted By jhnydmnd

wah ente anak jaksa ya gan? btw congrats kwkwkwkw



Makasi gan
Tak pernah
Pernah mengalami perasaan tidak adil saat menjadi mahasiswa akhir?
Via: Kaskus.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar