Pages


Kamis, 14 Mei 2015

Sudah Saatnya Sepakbola dikembalikan ke Rakyat Indonesia

Sebelumnya, tolong dibaca terlebih dahulu sampai selesai sebelum meninggalkan komentar. Jika ada perbedaan pendapat, mari berdiskusi. Tapi tolong pakailah bahasa yang baik..

Spoiler for INTRO:
INTRO : Dunia Sepakbola di Tanah Air tercinta sedang panas, hal ini dikarenakan pembekuan PSSI oleh Menpora. Akibat dari pembekuan itu, pro dan kontra muncul dari masyarakat. Ada yang mendukung PSSI, ada pula yang mendukung Menpora. Hujat menghujat terutama di dunia maya terjadi di sana-sini, baik yang bener-bener ngerti persoalan sebenernya, ada pula yang cuman modal ngotot aja tanpa berusaha mencari tahu duduk persoalannya. Lebih parah, media pun digunakan sebagai alat untuk menggiring opini masyarakat. Media ini memojokkan ini, media itu sebaliknya.. Sebenarnya, ada apa dengan Sepakbola Indonesia?

Sebelumnya, Saya di sini hanyalah sebagai seorang pendukung setia timnas, yang dari kecil (belasan tahun yg lalu) telah jatuh cinta kepada timnas Indonesia. Ya, meskipun timnas sangat minim prestasi, tidak melunturkan cinta saya kepada timnas. Memang, saya kebanyakan hanya menonton dari layar kaca. Namun bukan berarti saya belum pernah sama sekali mendukung timnas secara langsung. Momen yang akan selalu saya ingat adalah saat pertama kali mendukung timnas di GBK, ketika para suporter yang memenuhi stadion berdiri dan dengan khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya.. Saat itu mata terasa berkaca-kaca dan dada berdegup kencang ‘hanya’ karena sebuah lagu kebangsaan... INDONESIA RAYA.. Namun sayang, kesemrawutan kepengurusan badan yang mengurusi persepakbolaan di negeri ini (baca PSSI) perlahan mulai ‘membunuh’ semangat para suporter setia timnas... Di situ kadang saya merasa sedih..

Sekali lagi, di sini saya hanya berkapasitas sebagai seorang suporter timnas saja. Bukan sebagai pasukan nasi bungkus (Alhamdulillah saya punya penghasilan yang cukup untuk membeli nasi bungkus sendiri), bukan pengamat bola dan juga bukan pendukung tokoh/kelompok tertentu. Tulisan ini murni curahan hati saya, dari kacamata dan sudut pandang saya sendiri. Mohon maaf sebelumnya jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya, CMIIW


Sedikit Flashback, Gesekan antara suporter timnas dan PSSI telah dimulai sejak lama. Saya tidak tahu persisnya kapan, tapi seingat saya ini terjadi ketika era kepemimpinan Nurdin Halid, dimana pada saat itu suporter mulai menyuarakan agar Nurdin Halid mundur dari kursi kepemimpinan PSSI. Bukan karena PSSI yang tidak kunjung berprestasi yang melatarbelakanginya, namun karena saat itu Nurdin sedang terjerat dalam kasus korupsi (lebih jelas ttg masalah Nurdin baca di sini  (id.wikipedia.org)). Bahkan selama beberapa waktu, PSSI dikendalikan dari balik jeruji besi karena sang ketum sedang ditahan. Melihat hal ini, suporter menuntut agar Nurdin mundur karena tidak mungkin PSSI dipimpin oleh orang yang terlibat kasus korupsi, APA KATA DUNIA?



Normalnya, Nurdin (seharusnya) secara legowo sadar diri mundur dan memberikan kesempatan bagi yang lain. Namun, secara ajaib Nurdin keukeuh untuk tetap memimpin PSSI. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan..

ADA APA DI BALIK KURSI KEPEMIMPINAN PSSI??

Ya, tentunya kita menjadi penasaran juga kan, sebenernya ada apa sih di balik kursi ketum PSSI? Kenapa pada mati-matian memperebutkan kursi itu?

Setelah itu keadaan semakin bubrah dan semrawut, Bukannya berbenah, sepakbola Indonesia semakin terpuruk. Berikut ini adalah beberapa catatan kelam yang terjadi yang diakibatkan semrawutnya kepengurusan PSSI :

1. Dualisme Kepemimpinan




Saya tanya, Negara Indonesia ada berapa? Kongres Sumpah Pemuda aja mengakui bahwa kita ini bertanah air satu, berbangsa satu, dab berbahasa satu.. INDONESIA. Dan jika kita melihat peta dunia, Negara bernama Indonesia itu hanya ada satu di dunia. Jadi bagaimana ceritanya ada 2 PSSI, 2 liga Indonesia, dan bahkan pernah juga ada 2 Timnas? Ya ini benar-benar terjadi di Indonesia. Kalau bukan karena rebutan kekuasaan apalagi.

2. Dualisme Klub




Lah kok bisa? Ya bisa lah.. Arema, Persebaya, dan bahkan Persija sempat mengalami ini. Trus bagaimana solusinya? Salah satu klub dicap asli, yang lainnya dianggap palsu. Bagaimana kalo yang tidak dianggap malah klub yang bener? Coba tanya perasaan para bonek saja menngenai hal ini. Mereka yang lebih paham

3. Larangan Pemain membela Timnas


Siapa sih pemain yang gak bangga membela timnas? Membela timnas tentunya kebanggan tersendiri bagi mereka. Namun bagaimana bila pemain yang berbakat itu malah dilarang membela timnas? Dan sebagai info, larangan itu malah datang dari PSSI yang katanya ngurusin pembinaan sepakbola negeri ini? Memang saat itu mereka berdalih pemain yang tidak bermain di liga resmi gak boleh memperkuat timnas. Oke saya gak mudeng aturan ini, tapi di luar itu, emang gak bisa ya diupayakan biar mereka boleh main? Boro-boro.. yang ada malah rajin nakut-nakutin mulu. Di sini saya melihat ego individu yang sangat tinggi yang mengalahkan rasa Nasionalisme. Padahal, pas SD dulu saya selalu diwanti-wanti Pak Guru untuk mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi

4. Stadion yang sepi




Fanatisme suporter Indonesia memang sudah kondang. Salutnya, walaupun timnas miskin prestasi, mereka tetap setia berbondong-bondong memberi semangat kepada timnas gak peduli hasil akhirnya menang tau kalah. Sayangnya semua berubah ketika negara api menyerang. Larangan pemain membuat pembentukan tidak maksimal karena para pemain terbaik timnas saat itu tidak bisa memperkuat timnas. Hal ini membuat suporter geram sehingga akhirnya mulai enggan untuk pergi ke stadion yang akhirnya kosong melompong. Selamat PSSI, kalian berhasil membunuh semangat suporter Timnas Indonesia yang legendaris. Bagi saya pribadi, ini adalah dosa terbesar PSSI

5. Pengaturan Skor (Match Fixing)


Dalam Mata Najwa edisi Dagelan Bola, seorang mantan pemain timnas mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengikuti kompetisi Liga Indonesia karena Juara telah ditentukan sejak awal kompetisi. Fantastis? Iya sih, tapi jujur, saya pribadi gak kaget dengan pernyataan tersebut. (lihat videonya dagelan bola  (www.youtube.com) )Di acara yang sama diperlihatkan juga rekaman percakapan jual beli pertandingan. Mau lihat kasus yang lain? Coba tengok sepakbola gajah yang terjadi di Pertandingan PSS dan PSIS beberapa waktu lalu (kasus sepakbola gajah)  (olahraga.kompasiana.com). Sebuah pertandingan yang sangat memalukan yang KATANYA mau diusut oleh PSSI. Katanya...

6. Tunggakan Gaji Pegawai

Bagaimana perasaan anda jika berbulan bekerja tanpa dibayar? Pasti anda akan berontak kan? Mau makan apa anak istri anda? Tapi ini yang terjadi pada pemain bola di Negeri Kita. Kesemrawutan manajemen pada sebagian klub menjadikan pemain sebagai korban, bahkan sampai memakan korban jiwa. Masih ingat meninggalnya Diego Mendieta? (baca kasusnya  (aremakita.blogspot.com)) Pemain asing ini meninggal karena sakit dan tidak bisa pulang ke negara asalnya karena gajinya tak kunjung dibayar (baca ini). Ngenes... Kasus lain, curhatan mantan pemain Arema yang bernama yang menuntut pembayaran atas tunggakan gajinya ini sempat meramaikan dunia maya. (baca curhatannya)  (sport.detik.com)

7. Sepakbola bukan milik Rakyat?

Ya, menurut Hinca masih dalam acara Mata Najwa, beliau menyatakan bahwa sepakbola bukan milik rakyat tapi milik FIFA (video)  (www.youtube.com). Masalahnya di sini adalah, PSSI itu kepanjangan dari apa coba? Ada kata ‘INDONESIA’ lho, jadi mereka ini (timnas) berlaga mewakili bangsa Indonesia dan membawa nama Indonesia. Jadi kenapa berani bilang Sepakbola bukan milik rakyat?

Gak cuman itu, mereka juga ngakunya di luar NKRI



Untuk perhatian, sedikit tambahan informasi yang saya ambil dari berita yang beredar belakangan ini terkait dengan perseteruan PSSI dan Kemenpora :

  • Aktivitis Save Our Soccer, Apung, ditekani polisi di tengah acara Mata Najwa. Saat itu memang Apung berencana membuka laporan keuangan PT Liga. Yang menggelikan adalah kasusnya, tahukah kalian bahwa Apung ditangkap karena dakwaan penyebaran berita bohong.. Lebih tepatnya, karena statusnya di Facebook yang tertanggal ASDASDA. Aduh, kenapa baru sekarang lapornya? Trus ngaku, kalian juga pernah kan nyinyir di Facebook? KRIMINALISASI? Pikir sendiri... tapi misalnya kriminalisasi mbok ya kasusnya yang lebih keren sedikit lah..

    Oh iya, terkait dengan hal ini change.org membuat petisi untuk membantu saudara kita tersebut *(Apung) agar dibebaskan, jika kalian mau membantu menandatangani petisi, bisa klik link ini  (www.change.org)

  • Yang satu ini saya gak akan berkomentar apa-apa, takut salah. Foto ini saya ambil dari akun twitter (gambar diambil dari akun twitter @revolupssi , agak saya sensor demi privasi)





  • PSSI_FAI adalah akun resmi dari PSSI. Nah, yang lucu, Pada suatu hari akun sebesar ini meretweet sebuah kicauan dari akun palsu yang mengatas namakan andi peci (yang jelas2 anti terhadap pengurus PSSI saat ini). DIlihat sekilas, akun ini jelas palsu karena jumlah follower yang jumlahnya sedikit. Jadi apakah ini sebuah kesengajaan atau bukan? Saya berpransangka baik aja bahwa admin akun resmi tersebut tidak mengenal siapa Andi Peci sehingga tidak merasa janggal terhadap kicauan tersebut.




PEMBEKUAN PSSI

Hari bersejarah pun tiba bagi persepakbolaan tanah air. Pada hari itu, berlangsung kongres PSSI yang diselenggarakan di Kota Surabaya. Hasil kongres tersebut antara lain pemilihan ketua umum PSSI yang baru. La Nyalla Mataliti dinobatkan menjadi ketua PSSI yang baru. Namun sebelum itu, di luar dugaan ternyata Menpora membekukan PSSI. Peristiwa ini diwarnai oleh aksi damai dari Bonek yang tumpah ruah ke jalan. Bonek yang selama ini merasa terdzalimi oleh PSSI pun bersyukur atas pembekuan PSSI yang dilakukan oleh Menpora tersebut.



KENAPA PSSI DIBEKUKAN?

Nah, akui saja.. sebenarnya banyak yang kurang mengetahui kenapa PSSI dibekukan. Berikut adalah alasan kenapa PSSI dibekukan :
Menurut Jubir Kemenpora, Ini dilatarbelakangi adanya teguran yang tidak direspon sampai tiga kali. (sumbernya ini)  (indonesiapopuler.com) Karena tidak direspons dengan baik, kemudian sanksi pembekuan pundijatuhkan PSSI. Terkait dengan ini, ketum baru PSSI La Nyalla malah menyalahkan pendahulunya yaitu Djohar Arifin yang tidak menanggapi surat teguran tersebut. (sumbernya gan)  (www.republika.co.id) Padahal kan saat itu La Nyall menjabat waketum ya? Kok malah salah-salahan? Lho eh lha eh... #gagalpaham

Lain lagi pendapat dari Aktivis Save Our Soccer, Apung Widadi, menurutnya pembekuan PSSI tersebut telah tepat karena :

  • Pertama, masalah transparansi keuangan. PSSI selama ini tidak mau memberikan akuntabilitas keuangan. Padahal PSSI diharuskan membuka informasi karena merupakan badan publik. Salah satunya keuangan.


  • Kedua, yaitu masalah tata kelola klub . PSSI sangat buruk mengelola liga terbesar di Indonesia itu. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya klub yang telat membayar gaji pegawainya. Dan itu terjadi di klub bola besar dan kecil yang berada di bawah PSSI.

  • Ketiga, masalah pengaturan gol. Hal ini disinyalir terkait dengan mafia

  • Keempat, PSSI diisi oleh orang-orang politikus, Makanya, tidak pernah berkembang dan minim prestasi.

sumber ngambil dari sini  (www.tempo.co)

Nah sekarang pertanyaannya, apakah pembenkuan PSSI tersebut sudah tepat?

Menurut saya pribadi sangat tepat banget. Masyarakat sudah mulai jengah dengan konflik yang terus menerus terjadi di tubuh PSSI di tengah minimnya prestasi. Sudah saatnya Sepakbola di Tanah Air ini dibersihkan dari Sepakbola Gajah, Kompetisi yang tidak profesional, Mafia Judi Bola, dan lain-lain. Kalian boleh rebutan kursi politik di bidang apapun kecuali yang satu ini, karena SEPAKBOLA ADALAH MILIK RAKYAT DAN SUDAH SAATNYA DIKEMBALIKAN KEPADA RAKYAT.

Momen pun tiba saat seorang sosok bernama Imam Nahrawi muncul. Dengan keberaniannya, Beliau menggebrak untuk melakukan reformasi sepakbola tanah air. Salah satunya, dengan pembentukan tim transisi yang menggantikan tugas PSSI yang bertugas sampai ‘kepengurusan PSSI baru’ terbentuk. (lihat tim transisi)  (www.bola.net) Menurut saya pribadi, komposisi Tim Transisi ini sangat tepat karena merangkul berbagai elemen dan publik figur yang memiliki kapasitas yang mumpuni. FYI, mimin kaskus termasuk dalam tim transisi tersebut (yeeeey). Ayo min, selamat bekerja.. kembalikan sepakbola kepada kami, RAKYAT INDONESIA!


FAQ

A: Kalau Gak ada Kompetisi, Banyak pengangguran dong? Rakyat Juga butuh Hiburan!


Q: Pertama, yang dibekukan itu kepengurusannya bukan kompetisinya. Menpora menyuruh PT Liga untuk tetap menjalankan kompetisi. Yang membekukan kompetisi adalah PSSI (dengan alasan force majeur, mohon yang dari hukum PSSI dikoreksi). Salah satu tugas Tim Transisi adalah mengupayakan agar kompetisi tetap jalan.
Kedua, Pembekuan ini bertujuan untuk merombak persepakbolaan kita menjadi lebih baik, bagi tim maupun pemain. Statement rakyat butuh hiburan terkesan agak egois. Apakah kalian tega ‘hiburan’ itu dibangun di atas pemain yang gajinya tidak dibayarkan? Apa kalian gak pengen melihat suatu kompetisi yang bersih dan sehat?


A: Tapi sebagian klub menolak mengikuti kompetisi di bawah Menpora


Q: Nah ini menarik. Tahukah kalian bahwa dalam verifikasi klub, selain kesehatan finansial, banyak klub juga bermasalah dari segi pajak? Artinya, Menpora memang mensyaratkan kesehatan klub menjadi sebuah keharusan,agar kesejahteraan pemain juga terjamin tentunya. Nah, jika ada klub yang dengan lantang menyuarakan menolak mengikuti Liga di bawah Menpora, artinya ada suatu masalah dalam klub tersebut kan?

A: Gak sesuai Statuta FIFA? PSSI?


Q: Udah jangan ngomongin Statuta ah, itu emang gaji nunggak sudah sesuai statuta? Pengaturan skor? Jujur, saya muak dengan kata statuta-statuta. Daripada ngomongin statuta, perhatikan dulu itu etika!


A: Gak takut di banned oleh FIFA? Kan Nanti Rugi Sendiri

Q: Duh ancaman ini lagi. Kenapa ancaman FIFA selalu menjadi senjata andalan? Kalau masalah banned, Indonesia harusnya udah di banned dari dulu, ketika ada dualisme kepemimpinan. Terkait dengan ini, saya juga sangat menyayangkan Tindakan PSSI yang seolah-olah tukang ngadu sama FIFA. Sebenernya Indonesia gak akan di banned FIFA asalkan PSSI dan Kemenpora ini menyelesaikan masalahnya sendiri, toh FIFA paling juga gak akan ikut campur. Namun yang ada, PSSI malah rajin ngadu dan ngomporin FIFA dengan cara ngirim surat cinta membuka aib negara sendiri. Lucu, kesannya malah PSSI sendiri yang minta di banned oleh FIFA.


A: Mereka kan Baru dibentuk, tolong beri mereka waktu untuk bekerja dulu dan Membuktikan...

Q: Membuktikan apa? Gini lho.. Saat ini sebenernya hanya ada dua pilihan. Yang pertama, ikuti PSSI dan biarkan semua kebobrokan ini berlangsung. Atau, yang kedua bertaruh kepada Menpora. Saya tau opsi yang kedua belum tentu berhasil, tapi itu lebih baik.. setidaknya masih ada harapan untuk berhasil daripada opsi yang lain yang sudah pasti gagal.
Dan lagi, walaupun ini kepengurusan baru tapi ini muka-muka lama lho. (lihat susunan pssi 2015)  (bola.okezone.com) Liat aja nama-nama pengurus yang baru terbentuk itu di sini. Familiar? Sebenernya saya yakin, di PSSI sebenernya masih ada yang memiliki hati nurani kok. Nah orang-orang ini akan bersedia untuk mundur jika memang itu untuk perbaikan. Bukan malah meluk kursi dan mencak-mencak gak mau pergi.


A: Nah, sebenernya apa yang menarik dari kursi kepemimpinan PSSI?

Q: Nah kui, aku yo ora ngerti

A: Tapi kenapa harus MENPORA? Kan bukan wewenangnya?

Q: Lha trus harus siapa lagi? Presiden? Polisi? TNI? Atau malah pak tani? Suporter sudah menuntut reformasi PSSI atau instal ulang PSSI sejak lama. Digubris? Enggak!

A: Tim Transisi isinya orang yang gak ngerti bola


Q: Tim transisi memang hanya bekerja sampai kepengurusan PSSI yang baru terbentuk, jadi ya istilahnya tukang bersih-bersih. Jika dilihat, komposisinya maka dapat dilihat kalau mereka dipersiapkan berdasarkan kapasitas masing-masing. Lagian ngerti bola doang tanpa integritas buat apa?

A: Trus kita kudu ngapain?


Q: Jadilah bagian dari perubahan besar Sepakbola Negeri ini. Kita gak pengen kan sepakbola kita Cuma gini-gini aja. Hati-hati, lebih selektif dalam menerima informasi. Saat ini sedang jamannya pembentukan opini melalui media. Jangan langsung percaya, cari dulu kebenarannya. Jangan lupa Gunakan Logika. Mari kita jadikan Sepakbola kita menjadi lebih baik.



Spoiler for Disclaimer:
Disclaimer : Tulisan ini walaupun terlihat memiliki bayak opini pribadi, namun saya coba carikan sumber biar saya gak asal njeplak saja. Tentunya, di sini banyak yang lebih tahu dari saya. Mohon bantuannya ya kalau ada yang mau nambahin

emang pantes kalo PSSI dibekukan
kalo bisa dibubarkan
Panjang bener gan
Nandain daerah dulu, ntar siang takbaca
Intinya kalau dah busuk semua emang mesti diganti semuanya
narok sendal dulu ya gan,panjang bener trinye.....

sepesesi ampek kapanpun tetep begini mulu kalu gak di babat abis. hajar bleh....
yup, pssi, timnas, harus bersih dari parpol.
mantep... taruh sendal dlo
keren gan thread'y...bubarin aj lah pssi ga ada guna'y jg tuh organisasi
Mungkin Menpora kudu mbentuk tim penyelidik kayak Komite Review-nya Australia yg tugas dan wewenangnya mengobok-obok dan membongkar habis internal PSSI.
pssi selama inikan hanya milik satu partai bukan indonesia..









mimi bukan robot..
Liat dulu, mau pssi ato gk , ato sama menpora yg bullshit....gw gk peduli
Pokoknya jangan sampe otak atik arema aja ,
Oke !
Quote:Original Posted By Hujas.Deran
Dalam Mata Najwa edisi Dagelan Bola, seorang mantan pemain timnas mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengikuti kompetisi Liga Indonesia karena Juara telah ditentukan sejak awal kompetisi. Fantastis? Iya sih, tapi jujur, saya pribadi gak kaget dengan pernyataan tersebut. (lihat videonya dagelan bola (www.youtube.com) )Di acara yang sama diperlihatkan juga rekaman percakapan jual beli pertandingan. Mau lihat kasus yang lain? Coba tengok sepakbola gajah yang terjadi di Pertandingan PSS dan PSIS beberapa waktu lalu (kasus sepakbola gajah) (olahraga.kompasiana.com).


JADI KEMARIN PESIB BANDUNG

ane setuju tuh sepakbola bukan panggung politik
TSnya hafal banget dengan kondisi PSSI
Trid calon ht nih,semoga masalah sepak bola indonesia bisa cepet kelar
federasi di negara mana juga pasti selalu bermasalah
Wah mimin dah mulai beraksi nih =)
Apapun itu, semoga dunia olahraga Indonesia khususnya persepakbolaan menjadi lebih baik.

Rombak semua orang yang berkaitan dengan PSSI gan
Ganti sama yang baru aygn bener2 jujur dan bukan mafia
Terlalu banyak kebusukan PSSI, sy bersyukur akhirnya PSSI di bekukan. Masa negara sebesar ini mendapat pringkat 170 dunia CMIIW.
Sudah saatnya kepengurusan baru sepakbola indonesia.
tinggal tunggu waktunya aja FIFA turun tangan kalo perlu biar revolusi dari awal lagi di banned dulu aja sepakbola indonesia
Via: Kaskus.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar