Pages


Sabtu, 24 Oktober 2015

REVOLUSI NILAI

Quote:
Alhamdulillah ini HT pertama ane, berkah di hari jum'at 23 Oktober 2015



Makasi Buat agan-agan yang udah kasih support, masukan, kritikan dan sarannya. Yang ngasih cendol ane ucapkan
terima kasih banyak.
Jangan lupa rate, komen dan share nya gan


Quote:

Sebelumnya maaf kalau, trit ini ane pindahin dari forum berita dan politik karena ane merasa salah kamar, soalnya ane gak tau harus masuk di forum yang mana. Menurut ane threat ini cocoknya disini untuk kita diskusi mengenai permasalahan yang akan ane bahas. Perkenalkan nama ane Yogi Adergio, latar pendidikan ane berbeda dari apa yang akan ane bahas disini. Jadi mohon maaf, kalau seandainya apa yang ane tulis disini jauh dari kata sempurna. Ini semua murni hasil dari pemikiran ane setelah sedikit banyak mencari tahu bagaimana sih pertumbuhan ekonomi negara kita terbentuk. O iya ane belajar ekonomi dari baca-baca buku dan browsing di internet, Profesi ane sekarang adalah investor saham kecil-kecilan yang sebelumnya berakhir buruk akibat mencoba mengejar keuntungan cepat dengan menjadi trader. Hal itulah yang mendorong ketertarikan ane belajar ekonomi untuk menambah wawasan ane di dunia investasi agar bisa menjadi seperti Opa Buffet. Kalau ada hal-hal yang menurut agan kurang, ane dengan lapang dada menerima setiap kritikan dan saran. Wassalam.

Baiklah Here We Go.....

Ekonomi Berbasis Kerakyatan

Quote:
Latar Belakang Masalah


Melihat pada keadaan ekonomi kita sekarang ini dimana dunia seperti kekurangan pasokan US Dollar yang membuat banyak ekonomi di negara-negara berkembang menjadi seperti terdzolimi. Kenapa? Karena melambungnya harga-harga berbagai macam kebutuhan di negara-negara berkembang yang lebih banyak impor dari pada ekspornya seperti negara kita ini dan otomatis membuat daya beli masyarakat menjadi turun dan akibatnya ekonomi dalam negeri menjadi lesu. Kenapa hal ini terjadi? Untuk mengetahui alasannya kita harus memahami dulu prinsip dasar kebutuhan manusia.
Pada dasarnya manusia memiliki 3 jenis kebutuhan dasar yang dapat dikelompokkan seperti di bawah ini, yaitu:
1. Kebutuhan Primer
2. Kebutuhan Sekunder
3. Kebutuhan Tersier
Mendengar 3 jenis kebutuhan ini tentu anda akan teringat pada pelajaran waktu duduk di sekolah dasar (SD) dahulu, tetapi apakah anda sadar bahwa harga kebutuhan primer saat sekarang ini, sudah sangat tinggi sekali dan menghabiskan lebih dari 50% penghasilan rata-rata pekerja penerima UMP di tiap-tiap daerah masing-masing. Mayoritas atau sebagian besar penduduk Indonesia adalah pekerja dengan upah UMR yang ditetapkan di tiap-tiap daerah, bahkan tak sedikit pula yang hidup dengan penghasilan di bawah upah tersebut dan kita menyebut orang-orang yang hidup dengan penghasilan di bawah upah tersebut sebagai orang yang tidak mampu atau miskin.
Kembali ke pokok 3 jenis kebutuhan dasar manusia tadi maka apakah yang mungkin terjadi jika upah/ gaji yang kita terima tidak mencukupi lagi bahkan untuk kebutuhan yang sangat mendasar tersebut. Kalau menurut saya akan ada 2 kemungkinan yang akan terjadi jika penghasilan kita tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan primer, yaitu :

Quote:
Permintaan kenaikan upah pekerja atau yang biasa kita sebut UMP

Spoiler for Ilustrasi:


Jika ini disetujui, maka saya yakin 90% kita akan terjebak lagi pada permasalahan yang sama di masa depan. Artinya kita terperangkap dalam lingkaran setan yang menyesatkan.
Nanti akan ane jelaskan lagi lebih detil apa saja dampak buruk jika upah pekerja naik drastis tanpa perhitungan yang matang.


Quote:

Chaos


Spoiler for Ilustrasi:

Sebelumnya saya mohon maaf jika kata-katanya terlalu tajam. Akan tertapi memang begitu keadaannya jika manusia tidak bisa mencukupi kebutuhan primernya, maka mereka akan cenderung berbuat hal-hal yang di luar akal sehat, apalagi jika keadaan sulit yang membuat mereka terpaksa melakukan itu dan tentu saja kekacauan akan terjadi dimana-mana.


Maka sebelum hal-hal buruk terjadi alangkah baiknya kita mencegah sebelum terjadi.
Jadi apa yang harus kita lakukan? Kembali pada prinsip dasar kebutuhan manusia tadi, bagaimana mungkin masyarakat bisa memenuhi kebututuhan sekunder dan tersier mereka jika untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman saja sulit dan cukup membebani pengeluaran. Apa akibatnya bagi ekonomi kita? Untuk mengetahuinya kita harus paham dulu bagaimana pertumbuhan ekonomi kita bisa terbentuk.
Pertumbuhan ekonomi yang menunjang sistem ekonomi kita sekarang ini terjadi karena manusia bisa memenuhi 3 jenis kebutuhan manusia tadi, mulai dari primer sebagai fondasinya, lalu baru sekunder dan tersier. Berikut akan saya paparkan bagian-bagiannya, yaitu :

Quote:Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama untuk dipenuhi, seperti :

Spoiler for Makanan:

Spoiler for Minuman:

Spoiler for Pakaian:

Spoiler for Tempat Tinggal:



Jika ini terpenuhi maka manusia cenderung untuk memenuhi kebutuhan kedua, yaitu :

Quote:Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan agar kehidupan manusia dapat berjalan baik, seperti:
Spoiler for Televisi:


Spoiler for Kulkas:

Spoiler for Kendaraan:

Spoiler for Handphone:



Jika ini terpenuhi maka akan berlanjut ke kebutuhan ketiga. Akan tetapi untuk kebutuhan Primer itu mutlak priotias utama.

Quote:Kebutuhan Tersier

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang bertuju kepada kebutuhan mewah, seperti:

Spoiler for Mobil Mewah:

Spoiler for Jalan-jalan ke Luar Negeri:

Spoiler for Kapal Pribadi:

Spoiler for Pesawat Pribadi:



Ini terlihat lebih seperti keinginan daripada kebutuhan.
Jadi apa yang akan terjadi jika kebutuhan dasar manusia tidak terpenuhi? Otomatis kebutuhan sekunder dan tersier tersebut juga tidak bisa terpenuhi, boro-boro buat gaya buat makan aja susah! Apa efeknya bagi pertumbuhan ekonomi kita yang ditopang 3 hal tersebut diatas? Tentu saja efek domino kehancuran ekonomi akan datang menerpa kehidupan kita. PHK dimana-mana dan makin banyak orang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya. Apakah itu bisa terjadi? Tentu saja bisa jika kita tidak mau memulai “sedikit” perubahan dan pengorbanan untuk merubah arah kebijakan pemerintah yang akan mempengaruhi keadaan yang tidak menguntungkan banyak pihak seperti sekarang ini.
Spoiler for Ilustrasi:






Quote:Hal- Hal yang Tidak Menguntungkan Yang Terjadi Saat Ini dan Akibatnya

Untuk kembali mengingatkan sebagian kecil hal-hal yang tidak menguntungkan kita dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang yang terjadi sekarang ini, yaitu :

Quote:1.Harga bahan kebutuhan pokok “terlalu” MAHAL

Spoiler for Ilustrasi:


Sadarkah anda bahwa untuk memenuhi kebutuhan primer seperti makan dan minum selama satu bulan untuk seseorang yang masih single telah menghabiskan lebih dari 50% penghasilannya perbulan untuk rata-rata penerima upah UMR untuk dapat disebut sebagai hidup layak dengan makan 3 kali sehari. Ini berdasarkan hasil survey ane sendiri kepada temen temen yang rata-rata sudah bekerja dan mempunyai penghasilan rata-rata UMR. Memang tidak bisa dijadikan sebagai acuan yang pasti, akan tetapi kurang lebih itu menggambarkan sebagian kecil fakta yang terjadi di lapangan. Apalagi yang menerima penghasilan di bawah itu, bayangkan betapa mereka harus hemat dalam membelanjakan uangnya.


Quote:2.Transportasi Umum yang kurang bersahabat

Spoiler for Ilustrasi:


Kenapa ane menyebutnya kurang bersahabat, tentu saja karena ongkos atau tarif angkutan umum yang bisa dikatakan cukup mahal dibandingkan dengan membawa kendaraan sendiri seperti motor. Tentu ini akan memberatkan pengeluaran kita perbulannya baik yang sudah bekerja maupun yang masih menuntut ilmu. Selain itu efisiensi waktu juga menjadikan sepeda motor sebagai pilihan terbaik, berdasarkan perhitungan tadi masyarat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi seperti motor maupun mobil. Hal ini tentunya juga memberatkan pengeluaran pemerintah karna BBM kita masih disubsidi oleh pemerintah.


Quote:3.US Dollar yang terus menguat terhadap RUPIAH

Spoiler for Ilustrasi:


Karena sebagian besar gaji lebih dari 50% habis untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, maka hanya tersisa sedikit dana yang bisa disimpan atau untuk dibelanjakan pada kebutuhan lainnya. Apalagi US Dollar sudah tembus di atas Rp 13.500,- lebih, yang banyak mempengaruhi harga-harga berbagai barang kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena perlu di ingat bahwa saat ini Indonesia termasuk negara pengimpor bukan pengekspor. Yang mana tentu akan sangat terzolimi jika US Dollar bergerak di atas kewajaran yang akan mempengaruhi berbagai harga kebutuhan di dalam negeri.


Quote:4.Bila hal pada poin nomer 3 terjadi, biasanya masyarakat minta upah UMP naik

Spoiler for Ilustrasi:


Apa akibatnya jika UMP terlalu tinggi dan membebani pengusaha? Perusahaan-perusahaan mereka bisa tutup atau lebih menyakitkan lagi para pengusaha tersebut memindahkan pabrik mereka ke negara lain yang upah UMR nya lebih masuk akal bagi ongkos produksi mereka. Tentu jika hal tersebut terwujud akan terjadi PHK besar-besaran di negara kita tercinta ini yang akan amat sangat merugikan masyarakat yang bergantung hidupnya pada industri tersebut dan juga negara tentunya.


Inilah sedikit contoh masalah dasar yang terjadi saat sekarang ini, akan tetapi akan berdampak buruk jika tidak segera dibenahi oleh para pengambil kebijkan di negeri ini. Jika segera dibenahi dengan tepat akar permasalahannya, maka ane optimis Indonesia akan menjadi negara kita Indonesia akan memiliki tulang punggung perekonomian yang kuat. Ane memang minim pengalaman, akan tetapi hasil pemikiran yang ane tuangkan dalam tulisan ini didapat setelah perjalanan panjang belajar dan belajar tentang raksasa ekonomi dunia terdahulu dan bagaimana mereka membangun imperium bisnisnya termasuk segala kekurangan dan kelebihannya. Melihat pada kondisi negara kita saat sekarang ini bukan tidak mungkin untuk bisa diperbaiki untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Beberapa solusi yang akan ane sampaikan ada di bagian selanjutnya.




Quote:SOLUSI DASAR SEBAGAI PONDASI

Dari beberapa contoh kasus diatas ane dapat merumuskan sebuah solusi DASAR yang akan menjadi pondasi perbaikan ekonomi kita untuk ke depannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ane mempunyai beberapa solusi dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat sekarang ini, namun itu semua bergantung pada solusi DASAR yang mutlak harus dimulai secepatnya untuk membawa masa depan Indonesia lebih baik kedepannya. Kenapa ane sebut solusi DASAR? karena ini merupakan solusi yang akan menopang usaha selanjutnya untuk memperkuat tulang punggung pereknomian di Indonesia.
Menurut analisa dan pengetahuan yang ane dapatkan setelah belajar berbagai bidang ilmu ekonomi secara formal maupun tidak formal akhirnya ane dapat memutuskan salah satu pondasi dasar untuk solusi masalah kita, yaitu :



REVOLUSI

Quote:Apa itu REVOLUSI?

Menuru wikipedia revolusi adalah suatu usaha menuju perubahan menuju kemaslahatan rakyat yang ditunjang oleh beragam faktor, tak hanya figur pemimpin, namun juga segenap elemen perjuangan beserta sarananya. Logika revolusi merupakan bagaimana revolusi dapat dilaksanakan berdasarkan suatu perhitungan mapan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat atau diperlambat, ia akan datang pada waktunya. Kader-kader revolusi harus dibangun sedemikian rupa dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata di sekelilingnya.


Seperti halnya revolusi industri yang mengubah wajah dunia menjadi lebih modern, ane menyarankan juga terjadi sebuah revolusi yang akan memperbaiki tulang punggung perekonomian Indonesia menjadi lebih kuat, revolusi yang penulis maksud adalah REVOLUSI NILAI.

Quote:REVOLUSI NILAI?

Revolusi nilai yang ane maksud adalah REVOLUSI TERHADAP NILAI MATA UANG yang beredar pada saat ini. Kita tidak perlu ikut-ikutan China maupun negara-negara lain yang melakukan currency war dengan melemahkan nilai mata uang negara mereka masing-masing terhadap US Dollar. Kita cukup melakukan hal elegan yaitu REVOLUSI TERHADAP NILAI MATA UANG kita yakni yang dikenal dengan sebutan IDR (Indonesian Rupiah).


Sebelum membahas lebih lanjut kita belajar sedikit terlebih dahulu untuk mengingatkan saja tentang nilai mata uang itu sendiri. Nilai mata uang bisa mengalami beberpa macam kondisi di bawah ini, seperti :

Quote:INFLASI

Istilah yang sudah biasa kita dengar di tv-tv nasional ini maksudnya adalah pelemahan nilai suatu mata uang terhadap barang karena harga kenaikan harga barang secara terus menerus.


Quote:DEFLASI

Istilah yang jarang kita dengar ini maksudnya adalah kebalikan dari yang sebelumnya yaitu penguatan nilai suatu mata uang terhadap barang karena penurunan harga barang secara terus menerus.
Apa hubungannya dengan Revolusi Nilai yang penulis paparkan tadi? Untuk melakukan revolusi nilai kita akan menggunakan salah satu pilihan diatas yang tidak lain tidak bukan adalah DEFLASI.



Sebelumnya mohon di rate dulu,
Lanjutan di post 2...

SILAHKAN KLIK LINK DIBAWAH INI
REKOMENDASI HT
Dan jangan lupa share ya gan

Sumber :
Spoiler for :
Hasil analisa dan pemikiran TS sendiri


salam kenal dari ane,
twitter : @Yogi_Adergio
facebook : /yogi.adergio
instagram: Yogi Adergio


Spoiler for Threat ane yang lain:

Quote:Bagaimana caranya?

Eits sabar dulu, sebelumnya ane mau nanya dulu. Apa saja sih kebutuhan yang paling membebani keuangan kita? Penulis yakin sebagian besar jawabannya adalah alokasi dana untuk kebutuhan belanja makanan dan minuman setiap bulannya, selain transportasi juga. Ya, sebagian besar penduduk Indonesia berpenghasilan dibawah rata-rata upah UMP di setiap daerahnya dan setiap bulannya mereka me alokasikan dana lebih dari 50% hanya untuk kebutuhan makan dan minum, akibatnya daya beli mereka buruk dan hidup pas-pasan karena uang lebih setiap bulannya gak seberapa.


Quote:PERBAIKI DAYA BELI MASYARAKAT DENGAN DEFLASI

Dari permasalahan itulah penulis yakin hal pertama dan menjadi dasar dari solusi atas permasalahan tersebut adalah DENGAN MEMEPERBAIKI DAYA BELI MASYARAKAT ITU SENDIRI. Yaitu dengan "MENGUATKAN” nilai mata uang mereka yang berpenghasilan rata-rata UMR tersebut yang sering disebut dengan istilah DEFLASI. Bagaimana langkah real untuk mewujudkan tersebut? Yaitu dengan cara menekan seminim mungkin ongkos produksi harga-harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut secara perlahan-lahan hingga mencapai titik efisien bahkan jika mungkin mencapai 50% lebih tanpa ada pihak yang dirugikan terutama pemerintah, lho kok pemerintah? Apa hubungannya? Tentu saja ini berkaitan erat karena pemerintahlah yang bisa membuat kebijakan tersebut, yaitu dengan cara subsidi terhadap ongkos produksi bahan pangan untuk kebutuhan pokok masyarakat. Skemanya kurang lebih sama dengan skema subsidi BBM.


Quote:Contoh Skema

Sebagai contoh jika harga BBM seharusnya Rp 14.000/liter untuk jenis premium, agar tidak membebani masyarakat maka sesuai kemampuan pemerintah disubsidi hingga 50% jadi harga BBM dalam negeri menjadi Rp 7.500/liter. Sangat membantu bukan, tetapi kurang tepat karna belum bisa menekan harga bahan-bahan pokok.
Agar lebih tepat sasaran maka hal itu kita ganti atau kita alihkan dari subsidi BBM ke subsidi ongkos produksi bahan pangan maupun langsung pada harga barang kebutuhan pokok. Sebagai contoh jika harga beras sekarang misalnya Rp 10.000/liter nya, maka disubsidi sesuai kemampuan pemerintah misalnya sebesar 50%, jadi harga beras setelah di subsidi di pasaran adalah Rp 5000/liter. Tentu ini akan sangat membantu rakyat apabila di aplikasikan juga kepada barang kebutuhan pokok atau primer lainnya. Perlu di ingat yang disubsidi hanya kebutuhan Primer saja, kebutuhan sekunder maupun tersier tidak termasuk.
Dan jika program tersebut sudah mulai berjalan dengan baik secara terus menerus maka hampir dipastikan akan terjadi DEFLASI, kenapa? Karena kita bisa hemat banyak. Contoh hitung-hitungan kasarny seperti di bawah ini:


Quote:Contoh Kasus

Biaya hidup 1 hari untuk makan dan minum seorang pekerja sebelum disubsidi katakanlah sekitar Rp 35.000/orang untuk dikatakan sebagai hidup layak dengan makan 3 kali sehari. Jika dikalikan sebulan = 30 hari maka akan didapatkan hasil sebesar Rp 1.050.000, dialokasikan sebesar itu dalam sebulan hanya untuk makan dan minum belum kebutuhan lainnya. Coba bandingkan dengan rata-rata penghasilan penduduk Indonesia yang di ukur dari upah UMR masing-masing daerah sebagai contoh Rp 1.600.000, jika dikurangi kebutuhan tadi sisa menjadi Rp 550.000,-. Kalau mau lebih sisa banyak ya gmpang, tinggal kurangin jatah makan jadi 2 atau 1 kali sehari tanpa tetek bengek lainnya atau sekalian aja puasa, gitu aja kok repot, hahaha. Tapi pertanyaannya apa mau? Tentu tidak apalagi setelah dikurangi pengeluaran lainnya paling sisa berapa, apa cukup untuk memenuhi kebutuhan sekunder apalagi tersier? Tentu tidak.
Coba bandingkan apabila disubsidi sebesar 50% harga kebutuhan pokoknya tersebut, dari total tadi bisa kita kurangi 50%, jadi Rp 1.050.000 * 50%, maka akan didapatkan hasil Rp 525.000 ditambahkan dengan sisa tadi Rp 550.000, jadi total sisa yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan sekunder dan tersier sebesar Rp 1.075.000 setiap bulannya. Dengan dana segitu kita bisa nyicil motor, hp, tv, kulkas atau mau ditabungin terserah. Yang penting dana lebih kita sebulan banyak.

Spoiler for Ilustrasi:



Quote:Efek Positif Jika dilakukan terus-menerus dalam jangka pendek maupun jangka panjang

Jika itu terjadi secara terus menerus maka ekonomi akan mulai tumbuh dengan baik, karena terjadi DEFLASI dan harga kebutuhan pokok yang jadi lebih murah sehingga kita bisa hemat lebih banyak dan daya beli masyarakat meningkat bisa untuk beli kebutuhan-kebutuhan lainnya karena sisa gajinya masih banyak. Kalau sebelumnya pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan inflasi, jadi sama aja boong dong karena nilai mata uang itu sendiri terus menerus berkurang karena inflasi. Dengan skema seperti ini setidaknya pertumbuhan ekonomi kita jauh lebih sehat dan kuat karena tidak terlalu terpengaruh oleh INFLASI.


Quote:Beberapa keuntungan yang akan diperoleh, yaitu :

Quote:1.Daya beli masyarakat meningkat dan otomatis mengangkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri khususnya. Jika ekonomi bertumbuh maka kan menciptakan lapangan kerja untuk menyupport tingkat kebutuhan masyarakat karena daya beli nya yang tinggi tersebut.

Spoiler for Ilustrasi:




Quote:2.Gaji pekerja bisa di buat se efesien mungkin tanpa merugikan pihak pekerja maupun pengusaha. Jika ini terlaksana maka pengusaha akan tertarik berinvestasi dan membangun pabrik nya di Indonesia karena ongkos produksi yang kompetitif apalagi didukung sejumlah program pemerintah yang mendukung. Tentu ini akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar lagi, lagi lagi ekonomi Indonesia bertumbuh.

Spoiler for Ilustrasi:




Quote:3.Industri akan tumbuh, karena iklim ekonomi yang menguntungkan satu sama lain.

Spoiler for Ilustrasi:




Quote:4.Dengan bertumbuhnya industry maka export kita akan meningkat, bahkan bisa melampui nilai impor. Sehingga akan lebih baik bagi cadangan devisa RI yang terus meningkat karena export yang bertumbuh.

Spoiler for Ilustrasi:




Quote:5.Akan banyak pengusaha-pengusaha baru Indonesia yang didukung pemerintahnya dan bisa bersaing di pasar internasional.

Spoiler for Ilustrasi:




Quote:6.Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih sehat karna minim inflasi.

Spoiler for Ilustrasi:




Jika subsidi tidak bisa langsung diberikan sebesar 50% tidak apa-apa, kita bisa melakukannya perlahan-lahan dan bisa melihat dampak positif yang akan diberikannya dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sedikit-sedikit tapi pasti, untuk pertumbuhan EKONOMI RAKYAT INDONESIA demi masa depan yang lebih baik untuk kita dan anak cucu kita nanti. Harus dimulai sedini mungkin, niat yang baik harus segera dilaksanakan agar dampak positif nya mulai terasa, lebih cepat lebih baik.



Jadi intinya adalah perkuat nilai mata uang yang beredar saat ini dengan DEFLASI.
Tentunya masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal baik tersebut, akan tetapi semuanya berdasar kepada solusi untuk menekan biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan primer tadi, ibarat sebuah pondasi. Apabila itu sudah berjalan secara terus menerus maka kita akan dapat menjalakan usaha berikutnya untuk membuat perekonomian rakyat Indonesia menjadi lebih baik di masa depan. Ane sadar banyak kekurangan baik dari materi maupun dalam cara penyampaian, namun di dasar hati nurani ane hanya ingin menyampaikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat banyak berdasarkan pengetahuan ane yang masih belum seberapa dan minim pengalaman. MERDEKA ! ! !

bueett nih thread isinya tulisan semua...

bentar ane mejeng dlu, tar bacanya klo sempet ya..
waaah panjang nih. nyimak dulu gaan
aane ikut mantau gan , moga ht
Tritnya menarik tp klo ditambahin gambar kemungkinan bisa HT gan
Quote:Original Posted By rafianoti
bueett nih thread isinya tulisan semua...

bentar ane mejeng dlu, tar bacanya klo sempet ya..


Quote:Original Posted By dilovin
waaah panjang nih. nyimak dulu gaan

Oke gan, siapin cemilan sm kopi dl biar lebih adem

Quote:Original Posted By rheinphilip
aane ikut mantau gan , moga ht


Quote:Original Posted By boeroeng.hantoe
Tritnya menarik tp klo ditambahin gambar kemungkinan bisa HT gan

Makasi gan sarannya, jgn lupa share dan rate ya
Pindah dia
ninggalin jejak dolo, ntar baca lgi
Ya, jikalau tidak bisa mengatur pengeluaran dan pemasukan
Quote:Original Posted By darkside27



Oke gan, siapin cemilan sm kopi dl biar lebih adem




Makasi gan sarannya, jgn lupa share dan rate ya


Kpnjngn gan

Sukses yah utk threadny
wah tritnya panjang banget, ninggalin jejak dolo ntar dibaca lagi...

oh ya jangan lupa bray.... ntar september ekonomi bakalan meroket..wussss!!!
agak menarik nih kyknya, tapi kepanjangan, bookmark dulu deh
miskin aja lo semua kebiasaan magabut aja sok protes
miskin aja lo semua kebiasaan magabut aja sok protes
nilai kok direvolusi
kek mental aja direevolusi
Quote:Original Posted By wenger18
Ya, jikalau tidak bisa mengatur pengeluaran dan pemasukan

mungkin gaji agan di atas rata-rata mereka.

Quote:Original Posted By parasyte
wah tritnya panjang banget, ninggalin jejak dolo ntar dibaca lagi...

oh ya jangan lupa bray.... ntar september ekonomi bakalan meroket..wussss!!!

pelan-pelan aja gan, klo terlalu cepet naik ntar amblasnya juga cepet..

Quote:Original Posted By akuSENSORkamu
nilai kok direvolusi
kek mental aja direevolusi

baca dulu gan baru komen
nilai yang meroket yah gan
hmm
ini apanya revolusi mental gan?


makasih
keluarin duit seperlunya aja ane gan,, dan sisihkan sedikit tabungan buat jaga2
Via: Kaskus.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar